Senin, 17 November 2014

Cara Merawat kulit saat perubahan cuaca

Pemanasan global membuat iklim serta musim tertentu mudah berubah. Selain itu, faktor eksternal lainnya memicu posisi matahari selalu bergeser sehingga menyebabkan kondisi pancaroba.
Di Indonesia, sekarang ini sedang mengalami musim kemarau panjang dengan suhu rata-rata berkisar antara 36 – 39 Derajat Celcius. Namun, memasuki pertengahan bulan November, sebagian wilayah di Indonesia akan memasuki musim hujan yang menemukan titik tertingginya di bulan Januari hingga Februari.
Selain pengaruh kesehatan tubuh, situasi pergantian cuaca juga akan berdampak pada kesehatan kulit Anda. Paparan sinar matahari, suhu panas maupun lembap, terpaan angin panas bercampur debu serta polutan dan bakteri akan menyebabkan permukaan kulit mudah kotor, berminyak, kering dan iritasi ringan.
Jika terus terjadi, bukan hanya kesehatan lapisan epidermis kulit yang rusak, tapi juga lapisan kedua kulit yang berpengaruh pada keseluruhan kondisi kulit Anda. Dermatologis sekaligus penulis buku Skin Rules, Dr. Debra Jaliman mengatakan bahwa perubahan musim maupun cuaca berkaitan dengan perubahan kulit juga.
“Sangat penting untuk mengubah jenis pembersih wajah yang berbeda saat musim panas menuju hujan. Contohnya adalah pengelupasan dan pergantian kulit. Hindari kandungan bahan glycolic atau asam salicylic yang membuat kulit semakin kering,” jelas Debra.
Lebih lanjut, Debra menganjurkan tindakan preventif lewat adaptasi yang bisa mengurangi gejala perubahan kulit. Anda pun bisa menambahkan lebih banyak pelembap yang disertai perubahan serum dari jenis lotion ke krim. Lakukan hal yang serupa dengan tabir surya serta produk anti penuaan milik Anda.
Perubahan musim biasanya berujung pada fase tingkat kecerahan kulit seperti halnya warna dan tekstur pelembap untuk musim panas yang memicu kulit mudah berkeringat dan menguap. Pastikan produk kecantikan khusus malam hari Anda mengandung bahan anti dehidrasi.
“Ketika cuaca berubah kulit akan merespon dengan penurunan kadar air kulit yang berujung pada kekeringan, pecah-pecah serta kemerahan. Kembalikan kondisi ini lewat olesan tabir surya atau produk lain yang mengandung retinol pada malam hari. Produk terbaik yang juga mengandung asam hialuronat," saran Debra.
Jika tindakan ini tak cukup, gunakan niacin demi memperbaik tekstur, kontur serta warna kulit dari kerusakan. Produk tabir surya dengan tingkatan SPF atau Sun Protection Factor 30 mampu melindungi kulit dari sinar UVA/UVB, seperti halnya zinc oxide, titanium dioxide, dan mexoryl.
Debra pun merekomendasikan alternatif solusi selain penggunaan produk seperti metode laser, IPL (Intense Pul Pulsed Light), peeling atau mikrodermabrasi yang memberi hasil lebih maksimal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar