Senin, 17 November 2014

Kulit kering karena dingin

Kerap berpikir bahwa melindungi kulit hanya dilakukan saat musim panas atau kemarau saja? Anda keliru! Pori-pori wajah membutuhkan perhatian yang sama khusus dan intensnya baik saat udara dingin akibat musim hujan ataupun karena pendingin udara.
Banyak orang menyangka bahwa perawatan kulit menggunakan tabir surya wajib dilakukan saat musim panas, yang disertai pemberian spray anti paparan sinar UVA/UVB sebagai penghalau dampak penyakit akibat sinar matahari.
Nyatanya, kulit pun rentan terkena masalah dehidrasi dan penurunan kelembapan akibat suhu dingin ruangan atau lingkungan di luar batas normal. Suhu dingin juga bisa merusak kulit dan memperbesar pori-pori yang berujung pada kesan kusam dan pucat.
Lapisan penghalang minyak
Ketika musim dingin, kelembapan lapisan dalam kulit akan terganggu sehingga menyebabkan kekeringan, kerutan, kulit pecah-pecah, dan sisi area gelap akibat menurunnya suhu alami tubuh. Bahkan kulit berminyak sekalipun dapat mengalami pori-pori mengering akibat proses adaptasi tubuh.
Diperlukan campuran ekstrak minyak serta krim untuk meruntuhkan lapisan penghalang minyak yang mengunci kelembapan. Ekstrak minyak kelapa dan burung walet dianggap sangat ampuh mengatasi masalah ini.
Tetap menggunakan tabir surya untuk cuaca panas
Banyak pakar kecantikan berpendapat, bahwa tabir surya dirancang untuk membuat kulit beradaptasi baik saat musim hujan atau panas. Sinar ultraviolet secara efektif akan merusak kulit, yang berisiko terhadap gejala kanker kulit. Pilih tabir surya yang lebih banyak kandungan moisturizer -nya.
Aplikasikan serum, pelembap dan krim saat tidur
Pori-pori kulit wajah akan semakin melebar dan kulit mengelupas jika suhu udara terlalu dingin atau panas. Pilih semua produk kecantikan wajah bebas kandungan AHA yang justru bisa membuat kulit lebih kering, kemerahan, dan berkurang kelembapannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar