Senin, 17 November 2014

6 makanan penyebab tumbuhnya jerawat

Jerawat selalu menjadi masalah kompleks bagi para wanita. Gangguan keseimbangan hormon disebut-sebut sebagai penyebab nomor satu timbulnya jerawat. Tak heran, wanita di usia produktif antara 15 – 25 tahun begitu rentan mengalami masalah ini. Pelbagai penyebab lainnya cenderung dipengaruhi oleh pola hidup yang tidak sehat, stress, faktor genetika serta asupan makanan.
Diet seringkali dikaitkan sebagai langkah penyembuhan jerawat menurut banyak dokter kulit dan pakar kecantikan di dunia. Mungkin, sudah saatnya untuk mengubah apa yang Anda makan demi mengatasi gangguan penampilan kulit wajah nomor satu ini.

Terdapat 6 jenis makanan penyebab jerawat yang patut Anda hindari. Yang cukup mengejutkan, ternyata cokelat tidak termasuk dalam daftar tersebut. Penasaran?
1. Susu
Berita buruk bagi Anda penyuka olahan susu kemasan dan lainnya. Pasalnya, American Academy of Dermatology baru-baru ini mengatakan bahwa konsumsi susu bisa memicu jerawat. Mengapa? Lalu, bagaimana untuk memenuhi asupan kalsium bagi tulang?
“Hormon pada olahan susu kemasan adalah kesalahannya. Susu menyebabkan lonjakan hormon sehingga tubuh memproduksi jerawat tertentu. Ganti susu sapi dengan susu almond, susu beras, atau susu kelapa. Ganti kebutuhan nutrisi kalsium dengan buah pisang yang kaya vitamin dan kalsium,” terang Dr. Frank Lipman, dokter pengobatan integratif dan fungsional sekaligus pendiri Eleven Eleven Wellness Center di New York City.

2. Gula
Selain menyumbang kalori yang cukup besar, gula ternyata memicu jerawat. Gula disinyalir sebagai bahan pro-inflamasi sehingga akan memperparah kondisi peradangan kulit dan seseorang berkulit sensitif rawan terkena jerawat. Dr. Lipman merekomendasikan buah segar sebagai pengganti kebutuhan gula dan rasa manis alami. Alternatif lainnya adalah madu alami mentah serta sirup maple dan sirup jagung.
3. Kedelai
Menurut studi terbaru, kandungan isoflavon dalam kedelai bermanfaat mengurangi potensi penyakit kanker. Namun estrogen alami juga ditemukan dalam kedelai. Phytoestrogens dalam kedelai meniru peningkatan estrogen alami yang juga berpengaruh terhadap lonjakan hormon.
Kimberly Yap Yan, pendiri Skin Salvation and Acne Clinic di San Francisco menyarankan bersikap selektif dan cermat dengan kemasan mengandung kedelai derivative yang kerap muncul di makanan burger vegetarian dan lainnya.

4. Kopi
Secangkir kopi akan menyegarkan tubuh berkat kandungan kafein didalamnya. Tapi, tahukah Anda bahwa kadar asam organik dalam biji kopi berpengaruh pada kortisol atau hormon pemicu stres? Kortisol dapat bertindak seperti androgen sekaligus merangsang kelenjar sebaceous dan peradang kulit. Sebaiknya mengganti kopi dengan teh hijau atau herbal.
5. Roti
Fakta ini cukup mengejutkan, karena ternyata makanan berjenis roti seperti baguette, croissant, sus dan lainnya bisa menyebabkan peradangan kulit. Roti sekarang ini menurut Dr. Lipman, banyak diproduksi secara komersial dengan campuran bahan gula, minyak kedelai dan produk susu secara berlebihan. Roti jenis muffin yang banyak dijual di pasaran terdiri dari tiga bahan pemicu jerawat paling besar, yakni, susu, mentega, kedelai dan gula.

6. Minyak Kelapa
Ada apa dengan minyak kelapa? Yap Tan mengatakan bahwa minyak kelapa mengandung comedogenic yang tidak hanya menyumbat pori-pori di sekitar mulut, tetapi juga menciptakan semacam peradangan pada area pipi, dahu dan dagu. Ganti minyak kelapa dengan olive oil atau zaitun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar