Senin, 17 November 2014

Cara Mudah merawat kulit

“Kulit adalah jendela kita melihat kondisi kesehatan diri", demikian diungkapkan oleh Cybele Fishman, M.D, ahli dermatologi yang sedang mengembangkan penelitian perawatan kulit. Asisten profesor klinis dan penyakit kulit di Rumah Sakit Mount Sinai di New York ini menelaah lebih detail soal permasalahan kulit, seperti kekeringan, pecah-pecah, kerutan, dan kemerahan yang bisa menjadi tanda terjadinya peradangan, perubahan hormon dan kadar nutrisi yang di dalam tubuh.
Kulit manusia berfungsi sebagai pertanda bagi kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Dengan merawat kulit dari dalam Anda akan merasakan manfaat luar biasa yang berujung pada bugar dan sehat. Untuk memiliki kulit sehat, gunakan cara sederhana merawat kulit secara menyeluruh.
Makan, Minum, dan Bersinar
Hanya membersihkan kulit dari luar saat berada di dalam kamar mandi bukanlah cara terbaik merawat kecantikan kulit. Fishman menyarankan Anda untuk mengatur pola makan dengan makanan yang berfungsi sebagai anti peradangan, seperti kenari, salmon, sayuran hijau dan buah-buahan seperti brokoli, buah beri, yang kaya akan antioksidan.
“Jangan lupa banyak minum air putih karena sel kulit tidak akan berfungsi optimal jika mengalami dehidrasi. Minum air bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan cairan. Kalau kandungan air dalam kembang kol adalah 92 persen, mentimun bahkan lebih banyak lagi. Mentimun juga kaya akan vitamin K yang membantu mengurangi pecahnya pembuluh darah halus.
Asupan suplemen
Selain dari makanan bergizi, tubuh manusia tetap membutuhkan suplemen seharian, seperti probiotik, yakni bakteri baik untuk membantu menyeimbangkan mikroorganisme dalam sistem pencernaan, yang juga akan memengaruhi kulit.
Suplemen lainnya adalah minyak ikan atau Omega-3 EPA, Gamma Linolenic Acid atau GLA, serta asam lemak Omega-6 yang bisa ditemukan pada buah bluberi dan minyak rumput laut. Kandungan anti peradangannya akan menguatkan jaringan kulit, menjaga kelembapan, dan menjauhkan dari iritasi.
Tidur siang
Kurang tidur iperkirakan dapat memperpendek telomere, struktur pelindung yang melapisi DNA kita. Padahal, semakin panjang telomere kita, semakin lama tanda-tanda penuaan itu muncul. Tubuh yang kelelahan dan mengantuk juga mengurangi pelepasan hormon pertumbuhan, yang membuat kulit jadi kenyal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar